Pembaca yang budiman,

Setelah merayakan Idul Fitri 1432 H di kampung halaman bagi yang mudik, kita segera menyongsong bulan Dzulqa’dah atau bagi sebagian kalangan disebut Bulan Besar. Pada bulan inilah biasanya berbagai hajatan, terutama pernikahan digelar.

Itu sebabnya kami mengangkat tren pernikahan yang cenderung kental dengan budaya tradisi yang memang sangat beragam di Indonesia (GONG). Kami mencoba menelisik, dari mana sebenarnya kebiasaan melakukan prosesi pernikahan secara tradisional bermula hingga kemudian menjadi ladang bisnis di kota-kota besar.

Galibnya sebuah peristiwa kultural, selalu saja ada ironi di baliknya. Dalam rubrik yang sama, kami mengetengahkan tradisi “narik” yang lazim dilakukan warga di pinggiran Jakarta, juga tentang mahalnya mahar atau emas kawin dalam pernikahan adat Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kami juga mengetengahkan upacara keagamaan Parmalim, yang diyakini sebagai agama asli etnik Batak (Upacara Adat); tulisan Nunus Supardi tentang Monumen Nasional (Monas) yang tahun ini berusia 50 tahun (Kalam); serta pesona dan daya magis Danau Kelimutu (Panorama).

Senyampang masih dalam suasana bulan baik, kami bersama seluruh jajaran manajemen dan redaksi Warisan Indonesia dengan tulus menghaturkan permohonan maaf lahir dan batin, apabila ada kesalahan, baik disengaja maupun tidak, selama majalah tercinta ini kami hadirkan di hadapan pembaca.

Rita Sri Hastuti/Pemimpin Redaksi

 

 

 


Kantor Warisan Indonesia & Alamat Redaksi:

Taman Permata Cikunir
Blok A9 No.15
Jakamulya
Bekasi Selatan 17146 

Telp: (021)- 84 999 560, 84 999 561
Fax. : (021) 8497 8837
email : redaksi@warisanindonesia.com

www.warisanindonesia.com


Klik disini, untuk pemesanan.