Terima kasih kami ucapkan kepada pembaca, mitra bisnis, nara sumber atas kerjasama yang baik, hingga Warisan Indonesia dapat kembali menyapa ditengah kehangatan anda dan hadir kembali ditengah-tengah masyarakat.

Melihat penampilan edisi dua majalah Warisan Indonesia ini memang terasa beda. Dari logo Warisan Indonesia, perwajahan, ukuran majalah, dan tata letaknya juga berubah. Semua ini terjadi karena memang kami percaya pada proses. Proses itulah yang membuat kami menjadi lebih tertantang. Tertantang akan berbagai hal, termasuk untuk mewujudkan majalah Warisan Indonesia menjadi majalah dwi bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Untuk mewujudkan majalah ini menjadi majalah dwibahasa diperlukan pemikiran dan persiapan yang panjang, dari segi waktu dan tentu saja tambahan sumber daya manusianya. Tapi semua itu akhirnya dapat kami lalui, semata-mata agar majalah ini dapat dinikmati oleh pembaca yang lebih luas dan lebih beragam. Tak hanya masyarakat Indonesia, akan tetapi juga dapat dibaca oleh masyarakat dari mancanegara. Di edisi kedua ini, segala kritikan dan masukan senantiasa kami perhatikan dan kami mencoba untuk meresponnya. Atas dasar itu juga proses penerbitan Warisan Indonesia ini kami sempurnakan.

Solo, menjadi sajian utama majalah Warisan Indonesia kali ini, bukan tanpa alasan. “Kota batik” yang berada di Jawa Tengah ini telah menunjukkan geliatnya. Kehidupan Keraton Surakarta yang berada ditengah tengah kota Solo selalu memberi warna bagi perkembangan kota Solo, seperti menjadi magnet tersendiri. Bermacam festival diselenggarakan di Solo hampir 2 bulan sekali pada tiga tahun terakhir ini. Kegiatan kesenian masyarakat Solo dari kampung – kampung sampai di keramaian kota dibangkitkan. Solo sedang menata diri.

Mengintip keindahan Kampung Naga menjadi bagian sajian rubrik Wisata Budaya dari terbitan kali ini, lengkap dengan tradisi dan adat istiadat yang terus dipertahankan.

Setelah batik dan keris, kini giliran angklung yang mendapat penghargaan sebagai Warisan Dunia. Kebanggaan memang layak disandang oleh bangsa Indonesia. Akan tetapi kewaspadaan tetap harus menjadi bagian yang tak kalah penting untuk menjaga serta melindungi kekayaan warisan bangsa Indonesia.

Kami senantiasa ingin menyuguhkan tulisan dan gambar yang dapat memperkaya pengetahuan kita, seperti tulisan tentang Borobudur, Museum. Terima kasih.

 

 

 


Kantor Warisan Indonesia & Alamat Redaksi:

Taman Permata Cikunir
Blok A9 No.15
Jakamulya
Bekasi Selatan 17146 

Telp: (021)- 84 999 560, 84 999 561
Fax. : (021) 8497 8837
email : redaksi@warisanindonesia.com

www.warisanindonesia.com

Klik disini, untuk pemesanan.